Tak terasa hampir seminggu aku menempati kamar kosku di Jalan Kalimantan, Bandung. Kosan ini tak terlalu jauh dari tempatku mengikuti bimbingan belajar untuk menghadapi UMPTN yang akan digelar sekitar sebulan lagi. Aku memang harus bersiap-siap, walaupun terkadang sempat terselip perasaan pesimis untuk bisa lolos dari saringan ujian itu. Aku membayangkan perguruan tinggi teknologi paling bergengsi di Indonesia ini akan kebanjiran peminat dari seluruh pelosok. ITB memang salah satu institusi teknik paling favorit di negeri ini. Tapi aku tetap harus berusaha. Bukankah takdir Allah ada di ujung usaha setiap manusia, itu yang dikatakan guru agama di SMA SATU Serang-Banten dulu yang masih jelas aku ingat.Tidak setiap perubahan membawa perbaikan, tetapi tidak akan pernah ada perbaikan tanpa perubahan. Untuk melakukan perubahan diperlukan keberanian. |||||||||||||||||| (Sebuah halaman sebagai pengingat diri dan curahan rasa hati)
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Juni 2011
CINTA SUDAH LEWAT
Tak terasa hampir seminggu aku menempati kamar kosku di Jalan Kalimantan, Bandung. Kosan ini tak terlalu jauh dari tempatku mengikuti bimbingan belajar untuk menghadapi UMPTN yang akan digelar sekitar sebulan lagi. Aku memang harus bersiap-siap, walaupun terkadang sempat terselip perasaan pesimis untuk bisa lolos dari saringan ujian itu. Aku membayangkan perguruan tinggi teknologi paling bergengsi di Indonesia ini akan kebanjiran peminat dari seluruh pelosok. ITB memang salah satu institusi teknik paling favorit di negeri ini. Tapi aku tetap harus berusaha. Bukankah takdir Allah ada di ujung usaha setiap manusia, itu yang dikatakan guru agama di SMA SATU Serang-Banten dulu yang masih jelas aku ingat.Senin, 30 Mei 2011
PELURU PELURUH CINTA
Selasa, 24 Mei 2011
BILA WAKTU TELAH BERAKHIR: Kisah Sebuah Jaket Kuning
Perlahan aku kemudikan si merah -sebutan untuk mobilku- di jalan kecil di sisi situ kampus UI Depok. Di ujung jalan yang menghadap matahari petang ini kuparkirkan ia. Sejenak aku terdiam, dengan pikiran yang tiada gairah. Kumatikan kunci kontak, kubuka pintu dan turun. Sejenak aku melemparkan pandangan ke sekelilingku, kupandang langit senja yang mulai dipenuhi mega, lantas berjalan menuju tepian situ yang dipenuhi air. Mungkin karena hujan yang rajin menyirami tanah di musim ini. Sepi sekali sore ini, mungkin karena mendung yang kerap hadir bergelayut di langit tiap menjelang petang seperti saat ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
