Jumat, 29 April 2011

DIA


Beratus purnama
Beribu mentari pagi menyapa
Telah kulewati
Sudah kulalui tanpanya
Pedih perih akibat luka
Bagai tersayat sembilu cinta
Bayangnya kadang masih berkelebat
Di belantara problemaku
Mengisi hari-hariku yang sesekali sepi
Logika yang terkalahkan emosi jiwa
Ternyata bukan sekadar cerita belaka
Bulan bintang di atas disana
Adakah mereka tau isi di dada
Ternyata.....
Hanya dia yang terus melintas
Di relung jiwa yang terkadang hampa
Faktanya.....
Hanya dia yang berkelana
Di alam mimpi khayalku
Ternyata dia...
Dan memang hanya dia.....
Puisi terindah dalam hidupku

*Gunung Sugih, 27 April 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar