Senin, 16 Mei 2011

Mobil Bagai Manusia

Saat ini "makhluk" yang bernama mobil sudah termasuk kebutuhan bagi sebagian orang terutama sebagai sarana transportasi darat (gak mungkin udara kan ? :)). Bagi sebagian kecil yang lainnya mobil dianggap sebagai simbol status atau sarana untuk menaikkan 'gengsi'. Entah gengsi apanya...
Terlepas dari berbagai macam alasan orang untuk membelinya, mobil tetaplah sebuah benda yang harus dirawat, dipelihara dan dipenuhi segala macam kebutuhannya. Ya, mobil bagai manusia. Saya teringat dengan pesan ayah saya -papa saya memanggilnya- waktu masih es em pe dulu. Ya, usia  saya waktu itu masih
terlalu kecil, tetapi keukeuh mau belajar mobil. Saking besarnya keinginan untuk bisa nyetir, sehabis mencuci mobil kadang saya 'nyolong', starter mobil dan langsung jalan nyetir mobil sendiri, tanpa ada yang menemani atau mengajari. Saya cuma memperhatikan saja cara papa atau orang-orang lain menyetir mobil kemudian saya ingat-ingat dan coba praktekkan sendiri.  Hehehe..... badung ya ? Dan beresiko ! Tetapi mungkin karena bakat atau memang tidak apes (jangan sampai deh...) saya akhirnya bisa lancar menyetir mobil  -dan  juga motor- tanpa bantuan pengajar atau orang lain di samping saya. Tetapi pengalaman ini bukan untuk dijadikan acuan atau contoh bagi mereka yang belum mahir menyetir kendaraan karena sangat berbahaya (pantas saja mama saya menangis tiap saya pulang 'nyolong' mobil buat jalan-jalan). Percayalah don't try this at home. Belajar menyetir kendaraan atau apapun yang menggunakan mesih haruslah di bawah  pengawasan orang yang ahli dan  dengan sarana yang tepat (mobil khusus belajar biasanya dilengkapi rem dan kopling tambahan di kursi penumpang depan).

:: Ingat-ingat Pesan Papa

Mirip judul lagu "ingat-ingat pesan mama" ya ? Ya, 'little head' ini memang terinspirasi dari lagu itu.  Saya yang waktu itu sebenarnya dilarang keras (hingga diomeli abis-abisan oleh papa) akhirnya bisa menyetir kendaraan sendiri. Saya melanggar 'larangan' orang tua dengan tetap belajar sambil sembunyi-sembunyi. Dalam suatu kesempatan akan menunaikan sholat jumat yang masjidnya agak jauh dari rumah saya di  kota Serang (Masjid Agung Banten), papa menyuruh saya menyetir karena beliau ingin  tahu apakah saya sudah lancar berkendara atau belum. Papa pun setelah itu akhirnya mengijinkan saya menyetir  mobil walaupun usia masih 14 tahun dan badan yang masih semampai (alias kecil dan pendek). SIM  juga dibuatkan -jelas nembak boook...-, lewat seorang teman yang punya saudara "orang dalam". Satu hal yang paling saya ingat hingga saat ini adalah pesan papa -sekarang sudah almarhum- yang mengatakan bahwa mobil harus kita sayangi. "Kita harus sayang sama mobil, karena kalau kita sayang sama dia, dia juga akan sayang sama kita", itulah petuah dari papa tak akan pernah saya lupakan waktu itu.

:: Kalau Mau Disayang, Kita Harus Sayang Duluan

Prinsip seperti ini bukan hanya berlaku buat sesama manusia, benda mati pun kadang kala harus diperlakukan -dalam batas-batas tertentu- seperti makhluk hidup.      Dalam hal ini mobil menjadi subjek pembicaraan kita. Kita disebut menyayangi mobil kalau kita rajin memperhatikan segala kebutuhannya. Perhatian itu antara lain misalnya jadwal servis.   Kondisi oli harus diperhatikan. Jangan sampai telat menggantinya. Karena jika telat, hanya gara-gara uang 200-400 ribuan maka kita terpaksa mengeluarkan biaya hingga belasan juta rupiah karena kondisi 'jeroan' mesin yang rusak. Ya, karena kita tak sayang dengan mobil, maka dia juga jadi tak sayang dengan kita...
Kebutuhan angin ban.
Ban butuh tekanan tertentu untuk beroperasi agar aman dan nyaman. Bayangkan apabila ban mobil anda  kurang angin dan anda membawanya dalam kecepatan tinggi di jalan tol, maka resiko kecelakaan menjadi lebih besar. Sebaiknya setiap anda hendak bepergian, sempatkanlah untuk memeriksa kondisi tekanan angin semua ban. Anda sayang sama ban, maka dia akan sayangi nyawa anda...
Air radiator.
Sering saya perhatikan banyak orang yang jarang mengecek air radiator mobilnya -termasuk kakak dan adik-adik saya sendiri, hehehe...-. Harus diingat bahwa air adalah zat cair yang dapat menguap.  Walaupun tak ada kebocoran di sistem pendinginan mobil kita, dalam jangka waktu tertentu jumlah air dalam radiator menjadi berkurang karena penguapan. Bayangkan jika anda sedang berada di jalanan yang menembus hutan lebat -semisal alas roban- dimalam hari pula. Kemudian mobil anda mengalami over heating dan anda tidak membawa air cadangan. Tentu sebuah pengalaman yang tidak lucu dan bahkan menyeramkan bukan ? (apalagi mogok tepat di jalan lintas sumatera yang terkadang masih dilalui harimau ! hiiiiyyyy....). Karena anda tidak memperhatikan kebutuhan airnya (anda tidak sayang), maka mobil andapun tidak sayang pada anda.
Air aki.
Air aki harus diperhatikan paling tidak sebulan sekali dalam pemakaian normal. Hal ini sangat  penting diperhatikan, apalagi jika kendaraan anda adalah otomatis. Kalau mobil yang bertransmisi manual bisa dipaksa hidup mesinnya dengan cara didorong, maka untuk mobil bertransmisi otomatis lain cerita. Tak bisa didorong. Anda harus men-jumper-nya dengan aki mobil lain yang masih kuat. Tentunya hal ini merepotkan bukan ? Apalagi apabila anda berada di tempat sepi yang jarang mobil lewat. Gara-gara aki soak (karena kurang air) resiko perjalanan anda menjadi sangat tidak  aman. Kekurangan air juga menyebabkan sel-sel dalam aki rusak yang menyebabkannya tak dapat dipergunakan lagi. Hanya karena air aki seharga 5000 rupiah, anda harus membayar Rp 500.000,-  (atau lebih) untuk membeli sebuah aki baru. Anda tak sayang dia, diapun tak sayang anda.
Seluruh lampu-lampu kendaraan.
Tidak perlu diragukan lagi pentingnya lampu-lampu bagi kendaraan anda. Lampu berfungsi sebagai pengaman bagi kendaraan anda. Lampu besar yang menyala dengan baik dan benar (arahnya) tentu akan menambah keamanan dan kenyamanan anda berkendara dimalam hari. Lampu rem dan sen juga harus  dalam kondisi prima agar kendaraan anda terlihat dengan jelas oleh pengendara lain. Jika ada lampu yang putus, segera ganti demi kenyamanan dan keamanan anda. Bayangkan jika dalam kondisi malam hari dan hujan lebat, lampu belakang kendaraan (seri, rem dan sen) anda mati total, tentu kendaraan lain di belakang anda tidak dapat melihat keberadaan anda. Bayangkan jika mobil di belakang anda adalah bus AKAP (ih, amit-amit deh...). Kecelakaan fatal sangat berpotensi terjadi.
Begitu pula dengan wiper harus dalam kondisi baik agar dapat menyeka air hujan dengan sempurna.
Masih banyak lagi hal-hal yang harus diperhatikan agar mobil kita selalu dalam kondisi baik, siap bekerja. Misalnya lagi, timing belt harus diperhatikan jadwal penggantiannya (umumnya tiap 50.000 kilometer), kondisi eksterior dan interior harus bersih dan rapi. Kalau kondisi rapi,  selain enak dipandang, hal ini akan menambah nilai kendaraan anda (apabila dijual kelak).

:: Sempatkanlah "Menyayangi" Mobil Anda

Dari contoh-contoh di atas kita mengerti betapa pentingnya perhatian dan 'kasih sayang' kita  terhadap mobil kita. Tak peduli mobil baru atau lama, perhatian mesti diberikan. Dengan  memperhatikan segala macam kebutuhannya, maka mobil yang kita miliki akan selalu dalam kondisi  prima dan menjauhkan kita dari resiko buruk selama di perjalanan. Jangan beralasan tidak ada waktu untuk melakukan hal itu, karena cukup meluangkan 5 menit saja setiap hari untuk mengecek hal-hal 'kecil' seperti kondisi seluruh lampu, air radiator, tekanan angin ban, ketinggian oli, minyak rem, minyak power steering, dll, kita dapat menghindarkan diri resiko 'bencana' di jalan. Bahkan seandainya pun anda memiliki sopir, sebaiknya anda tidak begitu saja mempercayainya dalam merawat kendaraan anda, sebab kemungkinan pengetahuan dan kepeduliannya akan keselamatan anda sekeluarga tidak sebesar yang anda punya. Terbukti benar kata papa saya dulu, bahwa kita harus sayang sama mobil supaya mobil sayang juga sama diri kita. So, jangan malas untuk mulai menyayangi mobil ya ???

Wassalam.
AAngAdhA

1 komentar:

  1. ngarepin menyayang mobil susah bro, sesama manusia saja saling injek, biar dia bisa hidup enak yang lain sengsara. coba deh semua mobil baru rata-rata isi premium. bentuk pemaksaan terhadap mobil

    BalasHapus