Minggu, 29 Mei 2011

NIKMATI HARI INI: Kebersamaan (Akan) Tinggal Kenangan

Pernahkah anda menolak ketika keluarga (ataupun teman-teman) anda mengajak pergi ke suatu tempat, katakanlah tempat wisata, atau tempat-tempat lainnya untuk sekedar pelesir dan memanfaatkan waktu luang -karena malas atau suatu alasan yang lain-? Ya, mereka akhirnya berangkat pergi tanpa keikutsertaan anda...

Atau, kalaupun anda misalnya ikut... Sesampainya di tempat tujuan, anda hanya berdiam diri di dalam kendaraan, atau memilih tidur di bawah pohon rindang, sementara yang lainnya melakukan aktifitas yang bisa membuat suasana ceria : bercanda, berfoto bersama dengan latar belakang yang bagus dan  indah, dan lain sebagainya...

Suatu hari anda menemukan foto-foto mereka -tanpa anda- di dalamnya, apa yang anda rasakan? Biasa saja? Kalau begitu tulisan ini tidak tepat untuk anda, sebab anda adalah orang yang tidak  memiliki perasaan, hehehe..........

Kebanyakan kita menjadi menyesal, karena tidak ikut serta, atau kalupun turut, tidak menikmati masa-masa yang telah lalu itu. Dokumentasi foto yang ada pun jarang menampakkan diri kita.

:: Kebersamaan Itu Mahal Harganya

Bagi yang masih memiliki orang tua yang lengkap, akan terasa indahnya kala semua anggota keluarga besar berkumpul. Ada beberapa waktu yang biasanya tepat digunakan sebagai momen untuk berkumpulnya keluarga besar. Hari Raya adalah salah satunya...

Ayah, Bunda, berkumpul bersama anak-anak dan cucu-cucunya dalam suasana yang hangat dan penuh kemesraaan. Berbagi cerita, bercanda, tertawa, berfoto bersama, bahkan kadang diselingi dengan  "pertengkaran kecil". Hey, kita semua manusia biasa yang pasti ada sedikit permasalahan di dalam lingkup sosial kita masing-masing -termasuk keluarga-. Tapi itu tak akan menjadi masalah apabila di-manage dengan baik dan bijaksana.

Apalagi orang tua yang anak-anaknya telah berkeluarga dan sekarang telah berdomisili sangat jauh dari mereka, misalnya lain pulau atau bahkan lain negara. Kebersamaan tentulah hal yang sangat langka dan mahal harganya...

Bayangkan bila saat-saat berkumpul yang sangat langka itu tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya, alias anda hanya cuek di kamar saja, tidur seharian bahkan sampai hari berikutnya (tidur atau pingsan???). Kemudian interaksi sosial yang seadanya atau bahkan tidak sama sekali di antara sesama anggota keluara (ataupun teman-teman)...

:: Roda Waktu Terus Berputar

Oke, anda menjalani kebersamaan itu dengan biasa-biasa bahkan cuek-cuek saja... Tak masalah bagi  anda (mungkin).....

Kita semua tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, esok, lusa, bulan depan dan seterusnya...  Kecuali bila anda adalah dukun yang sok tahu...

Bayangkan (semoga tidak pernah terjadi)...
Sebulan -atau berapapun lamanya waktu- setelah anda berkumpul bersama (tapi tidak anda nikmati  dengan sebaik-baiknya), ada anggota keluarga yang "pergi", berpulang ke pangkuan Ilahi... Apa yang  anda rasakan??? Jelas hanya kesedihan dan PENYESALAN...

Menyesal, karena kita merasa kurang berbuat baik padanya (siapapun anggota keluarga itu), menyesal karena kurang 'bicara' dan 'bercerita', menyesal karena kita belum sempat menunjukkan prestasi  terbaik dari diri kita padanya, dan lain sebagainya.

Sesal kemudian tiada berguna...

:: Indahnya Kebersamaan

Saat berkumpul bersama, baik dengan teman-teman ataupun keluarga, resapi dan nikmati dalam hati kebersamaan itu. Optimalkan (sengaja saya tidak menggunakan kata maksimalkan) pertemuan dan kesempatan yang masih diberikan Allah Azza Wa Jalla pada anda. Semua itu adalah anugerah dari-Nya. Kita semua tidak akan pernah bisa membeli kebersamaan itu, apabila telah menjadi masa lalu...

Semuanya akan hanya tinggal kenangan, yang kadang indah, kadang melukakan.

Cara sederhana untuk agar tidak terlalu menyesal di kemudian hari nanti adalah, nikmati hari ini. Dimana hari kita masih bisa berkumpul dengan keluarga ataupun lingkungan sosial lain di sekitar kita. Nikmati interaksi anda dengan semuanya dan berbuat baiklah -bukan berarti saya baik lho, ups!- pada mereka.

Seandainya semua kelak tinggal kenangan, niscaya tak akan ada "ganjalan" di hati yang begitu terasa apalagi sampai melukakan hati kita sendiri, karena PENYESALAN...

Percayalah, saya pernah mengalami hal ini.....

Wassalam,
AAngAdhA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar